Aku kira ini benar
Aku pikir dia tepat
Ternyata aku salah
Ternyata aku hanya bermimpi
Taukah kamu ,
Aku hanyalah ranting yang rapuh
Tak perlu kau patahkan
Cukup kau tiupkan sedikit angin
Itu sudah membuatku jatuh .
kini aku merasa diambang kehancuran
Ketika tau bahwa aku bukanlah orangnya
Ternyata dia pemenangnya
Ternyata dia lebih dulu merebut hatimu
Karena dia telah mengenalmu lebih dulu
Karena dia lebih tau tentang kamu
Sedangkan aku? Aku baru mengenal mu belum genap di 365 hari .
Pahamilah,
Hal ini lebih sakit dari sekedar patah hati
Aku memuja mu lebih dari apapun
Kau tau,
Kita bukanlah air dan garam
Melainkan bak air dan minyak
Yang tidak akan pernah menyatu sampai kapanpun juga.
Aku harus lari kemana ? Aku juga tak temu arah,
Dilema kini telah menggerogoti jiwa dan ragaku .
Apa aku harus merebutmu darinya?
Tidak tentunya, aku tak sejahat itu
Apa aku harus merusak nya ?
Tidak ,
apalagi itu
Lalu aku harus bagaimana?
Merelakanmu? Mengikhlaskan mu?
Dengan yang seperti ini aku seakan membunuh diri ku sendiri secara perlahan
Tuhan, aku hanya meminta selesaikanlah .
Damaikanlah hati ku
Hadirkan Ikhlas dihati ku
Luaskan lah dada ku untuk menerima semuanya.
Karena aku telah kehilangan mahkluk ciptaan mu , dan aku tak ingin kehilangan mu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar