Rabu, 04 Juli 2018

Kamu dan rindu


Sungguh aku rindu
rindu saat saat kita saling berkenalan
dan dipertemukan
masih ingat ketika itu
Kita saling bersalaman dan menatap
Aku menatap mu dan kamu menatapku
Dan aku merasakan kelembutan dari sentuhanmu.

Tidak begitu banyak hal yang kita bicarakan pada saat itu
Kita hanya sering tersenyum dan gagu
Sama sama bingung untuk memulai
Yang ada hanya degub jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya ,
Perasaan sudah tidak terkontrol
Tingkah pun mulai berbeda
dan rona wajah seakan tidak ingin kalah dengan warna senja dihari itu .
Dan aku merasa Bumi itu berbentuk hati bukan bulat apalagi jajargenjang
Aku melihat bahwa dunia itu kamu
dan aku ingin berada didunia itu.
Sejak pertemuan itu 

Bayangmu sudah jadi makanan keseharianku
Tidak pernah terlewatkan walau satu hari pun dalam pikiran ku
Maaf jika aku lancang
Yang telah mengambil nama mu
Untuk ke sebutkan dalam sujud ku
Berbulan bulan hingga genap menjadi tahun aku berusaha untuk meyakini dengan apa yang aku rasakan
seringnya aku dihantui pertanyaan perihal kamu yang bungkam namun membalas setiap lontaran lontaran tentang kita dan perasaaan yang sering aku berikan.

Tak jarang aku sering merintih karena rindu sebab kita tak begitu sering untuk sekedar mengobrol hal hal yang tidak begitu penting, entah karena kita mungkin sama sama terlalu sibuk atau sama sama terlalu menguatkan ego.
Menariknya selain kamu berkumis kamu itu misterius
Kamu dingin denganku
Kaku  dan terlihat cuek tapi dengan orang lain kamu begitu ramah
Kadang aku bingung tapi aku tetap suka


Rindu mu itu lucu ,
Saat aku tak mengirim pesan dan tak memberimu kabar .
Kamu terlihat sibuk sekali di dunia maya
Kamu menyukai apapun yang kulihat kamu menyukai foto ku yang lama
Kamu melihat insta story ku padahal kemarin kemarin kamu tidak pernah begitu.
Membuat insta story dan memposting sesuatu di media sosial mu untuk menarik perhatian ku
Dan itu lucu, lucu sekali.

Rindu mu itu lucu,
Saat aku mengajak mu bertemu kamu bilang tidak mau
Tapi besoknya kamu ngajakku pergi ngajak main dengan alasan alasan lainnya
Padahal intinya kamu juga ingin bertemu tapi kamu gengsi.

Aku selalu ingat bagaimana kamu menatap aku
Bagaimana kamu melindungi aku
Bagaimana kamu memperlakukan aku
Senyummu, tawamu dan candamu selalu aku ingat ,
Aku juga ingat bagaimana cara mu menggoda aku dan aku membalasnya dengan tersenyum sambil malu malu.
Aku suka dengan itu 

Aku suka senyum mu 

Aku suka wangi mu yang khas

Aku juga suka dengan sentuhan mu.

Aku tidak pernah seyakin ini dengan seorang lelaki
Baru dengan mu saja.
Dan aku merasa bahwa kamu adalah orangnya. 
Meskipun terkadang kamu mengabaikan ku dengan tidak membalas pesan pesanku.

Meski kamu sengaja menghilang tiba tiba dan Meskipun kamu pernah bilang kamu 
mencintai orang lain

Aku tidak peduli,
Walaupun aku terkadang merasa goyah 

Aku masih tetap yakin bahwa kamu itu milikku. 

Aku tidak mengerti,
Apa aku buta atau bahkan aku ini gila.

Dibalik itu semua
Satu hal yang membuat ku bertahan dan menjadi kuat ialah
Keteguhan dan percaya ku terhadap Tuhan jauh lebih besar dari segala keraguan keraguan yang ada.

Kamu (2)

Aku bingung,
aku selalu menyinggung dalam setiap postingan soal perasaanku, perasaan kamu dan perasaan kita .

Aku bimbang,
harus tahan atau lepas
Ini bukan soal kapan aku jadi milikmu dan kapan kau jadi milikku
Ini soal rasa yang masih mengambang
benar atau salah.

Kita tidak butuh lagu menyentuh
tidak butuh bunga dan coklat
tidak juga qoute qoute dengan kalimat dalam
Kita hanya butuh bicara berdua saja perkara rasa ini yang belum berakhir
dan sepertinya kopi cukup tepat untuk kita berdua
sebelum kita selesaikan semuanya .
Aku ingin bukan hanya tanganku yang digenggam ,
tapi juga hati 

tiada hari yang kulalui tanpa bayangmu
tiada nama pria yang selalu kusebut selain namamu
dan tiada cinta yang kuat ku miliki saat ini kecuali cinta ku kekamu
Kita tidak saling memiliki
namun aku merasa mencinta dan dicinta
aku merasa nyaman dengan cinta diam diam ku ini.
aku merasa aman ketika nama mu sudah ada didalam doa ku .

Semoga dan selamanya.

Aku ingin

dini bila harus diungkapkan sekarang
takut ku adalah bila kau hilang
setelah aku bicara

aku mau kau tau
bila benih yang tumbuh kini mulai berbunga
hanya saja kau tak pernah tau
atau bahkan tak mau tau

biarlah seperti ini
aku senang seperti ini
mencintaimu dari kejauhan
dibanding kau dekat tapi terasa jauh

Aku ingin kau pun tau
Bahwa disepertiga malam ku
Kuselipkan nama mu di setiap sujudku.
Dan harus kau tau.
Kau selalu hadir disela sela malam di mimpi ku .

sebenarnya aku ingin menjauhi mu
tapi bayangmu selalu mengikuti
aku ingin pergi
tapi kau mengejarku dan berlarian di pikiranku
aku ingin melupakan mu
namun dirimu selalu ada didalam mimpi dan khayalku.

aku takut ini buta
aku takut patah lagi
oleh sebuah harapan
aku ingin semuanya usai
aku ingin berakhir
ini bukan Karena hilang rasa
tapi , Bila rasa ini salah
mohon selesaikanlah.

Cintai dirimu

Wahai jiwa jiwa yang lemah
Dan hati yang payah
Kumohon berhentilah
Menyuruh orang lain untuk melukaimu

Sayangi hatimu
Cintai dia
Kasihani dia
Dia butuh waktu untuk sendiri

Palingkan hatimu dengan kesendirian
Bila bersama hanya mendapatkan luka
Lebih baik sunyi
Daripada harus terus bersembunyi
Bersembunyi di balik masa lalu

Ingatlah bahwa masa tidak akan memutar dan,
Tidak akan pernah membawa mu kembali
Sayangi dirimu
Cintai dirimu
Dan perdulikan perasaanmu

Percayalah bahwa kalimat
Indah pada waktunya
Bukan lah mitos
Hanya saja kau perlu bersabar

Sebenernya,
Kau bisa dapat dua
Tiga, empat ,lima bahkan sepuluh
Yang lebih darinya
Jika dengan sembarangan

Sayangnya
Luka mu telah membuat dirimu untuk lebih memilih sendiri
Dan itu adalah pilihan terbaik
Ketika yang kamu pilih tidak memilihmu .

Sendiri


Pernah jera dan akhirnya terserah .
Sendiri ku bukan karena kamu
Bukan karena dia
Bukan juga karena orang lain

Sendiri adalah sebuah pilihan
Ketika berdua itu menyakitkan
kemudian diduakan
lalu di campakkan
dan akhirnya ditinggalkan

Sendiri
Sembari mencari yang pasti
Bukan hanya sekedar janji
Seiring jalannya hari
Semua menjadi pasti
Jika hati siap untuk ditempati

Sendiri
Tak pernah menjanjikan kebahagiaan tapi
Sendiri tak mungkin menjadikan mu seorang yang kesepian.

Sendirilah,
Bila hatimu belum siap untuk patah
Sendirilah, 
Bila dirimu belum siap untuk terluka
Sendirilah,
Bila perasaan mu belum siap untuk kecewa.
Dan berdirilah,
Bila patah mu, luka mu dan kecewa mu masih menjatuhkan kehidupan mu.

Kau adalah luka

Kau adalah luka

Cumbu mu
Rayu mu
Tawa mu
Senyum mu
Membawa ku pergi jauh
Dalam ilustrasi yang kubuat sendiri

Kau adalah luka

Harapan ku
Angan ku
Mimpi ku
Serta rindu ku
Melebur jadi satu dalam gelombang Asmara yang telah ku ciptakan sendiri dalam imajinasi ku

Kau adalah luka

Jatuh ku
Patah ku
Tenggelam ku dan
Hilang ku
Semua karena drama yang ku mainkan sendiri yang seolah aku adalah pemeran utama dan kau pendamping
Nyatanya kau hanya menganggap ku sebagai pemeran pengganti

hati ku belum utuh
Luka ku belum sembuh
Lalu mengapa kehadiranmu  membuat hati ku semakin lebur
Dan luka ku semakin parah

Senandung cinta

Luka lama kian memudar
Perasaan kian Samar
Bahkah tawar

Tanpa rasa
Semua hambar
Tanpa cinta
Semua datar

Kini saatnya mencari
Tak perlu kembali dengan yang telah pergi
Ku jelajahi kesana kemari
Hingga ku temukan sendiri

Dia Dambaan setiap wanita
Yang mampu mengguncang jiwa ku
Selalu mengikuti langkah ku
Hadir dalam setiap mimpi ku

Dia bukan orang yang kucari
Tapi kutemukan
Sampai sampai aku berhenti mencari
Berhenti mencari apa yang aku cari

Entah mengapa dia begitu memikat
Entah apa yang membuatnya kian melekat ,
Aku sendiri pun tak tau.

Rindu

Rindu

Bukan makanan
Bukan barang

Tidak berbentuk
Tidak berwarna
Tidak juga berbau

Hanya Bisa dirasa dan
Bisa dinikmati

Rindu semakin membelenggu karena tak kunjung temu
Rindu selalu mengganggu bila tak jua bertamu

Bilang rindu namun enggan bertemu
Sudah bertemu mengaku tak rindu

Sentuhanmu
Tatapanmu
Dekapanmu
Belaianmu
Semuanya aku rindu

Mata mu
Hidung mu
Bibir mu
Kumis mu
Semuanya aku rindu

Hari ini aku rindu
Besok aku rindu
Lusa aku rindu
Setiap hari aku rindu

Temui aku
Tatap aku
Kecup aku
Dekap aku
Agar kau tau bahwa rindu ku telah menunggu mu.

Jodoh

Jodoh

Susah ditebak
Sukar di terka

Kadang jauh
Kadang dekat
Kadang menghilang
Kadang tiba tiba ada

Sering kali dibuat yakin
Sesekali dibuat ragu ragu
Semua ini terasa semu
Namun aku tak pernah jenuh

Ketika dikejar dia berlari
Ketika berhenti dia menunggu

Masa tiada rasa
Ketika rasa itu ada
Masa mampu meng-asa
Yang semakin terasa

Aku sudah berlari
Tapi kau memanggil
Lalu aku kembali
Malah Kau yang pergi

Aku mencoba untuk meninggalkan
Tapi waktu memutar mundur
dan membawa ku kembali lagi padamu
Hingga harapan ku semakin memuncak

Kau sendiri
Aku sendiri
Namun tak bersama
Kau sempurna
Aku menyempurnakan
Namun tak bersatu
Kau merasa
Aku pun merasa
Namun tak tersampaikan.

Mungkinkah ini takdir ?
Akankah semua ini terjadi?
Dan kapankah semua ini terjawab?

Entahlah terkadang masa dan takdir suka bermain main .
Sabarkanlah
Serahkanlah
Dan bila tidak ikhlaskanlah :)

Isi hati

Secarik kertas kosong
Kan ku tuangkan tinta pena kepadanya

Ini bukan rayuan
Bukan juga majas hiperbola
Ini adalah bahasa kalbu
Dari ku untukmu.

Untaian kata demi kata ,
Kalimat demi kalimat ,
Yang ingin kucurahkan
Dengan harapan,
Agar semua ini dapat terselesaikan

Aku ingin kau tidak hanya membaca dan mengerti,
Tapi turut merasakan jua

Sejak pertemuan itu
Kau meninggalkan degub dan getar ,
Mata mu teduh bagai dinginnya embun pagi
Senyum mu mampu merenggut segala isi duniaku
Kau tidak hanya sempurna
Tapi menyempurnakan bila bersama ku

Aku mendekat kau menjauh
Aku berhenti kau menunggu
Aku mengejar kau berlari
Aku berhenti (lagi)  kau pun menunggu (lagi) 

Sampai kapan akan seperti ini? 
Bukan tak mau berjuang
Tapi jika semua ini tak berujung
Baiknya aku berhenti saat ini .

Ketahuilah,
Karenamu aku berhenti mencari ,
Untukmu hati ku penuh ,
Ulahmu Perasaanku teraduk
dan olehmu jantungku bergetar tak karuan.

Meski kau jauh dariku
Tapi kau tetap terasa dekat dihatiku
Meski raga mu dan raga ku tak saling menyentuh
Namun kerinduan ku selalu memelukmu dalam doa
Dan meskipun perasaanku tak ku ungkapkan dengan lugas
Percayalah bahwa nama mu selalu tersimpan di setiap sujudku.

Terimakasih untukmu yang kuasa
Telah memberikan kebetulan kebetulan yang bahagia dalam hidup
Terimakasih  untukmu yang kuasa
Untuk Cinta yang belum sempat termiliki
Terimaksih untukmu yang kuasa
Atas pemberian anugerah terindah
Yang baru saja kutemui ini
Dan terimakasih untuk maha pencipta
Yang telah menghadirkan ia didunia

Semoga dan selamanya :)

Untuk kedua kalinya

untuk kedua kalinya

   Sepertinya percaya tidak pernah jauh dari kecewa .
Sejak aku mengenalkan cinta dan kepercayaanku padamu
Mengapa harus penghianatan yang kuterima dari mu
Aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan melukai aku
Ternyata aku salah
Semua yang manis mengapa harus berujung pahit
yang Bermula manis kini berujung tragis
Selalu saja , mengapa mengapa dan mengapa semua ini terulang kembali .
Untuk kedua kalinya aku kembali patah
Untuk kedua kalinya aku merasakan kecewa
dan tetap saja untuk  kesekian kalinya aku memaafkan mu

   Bodohnya aku yang masih tetap bertahan dengan rasa ini sedangkan kamu sudah memilih yang lain .
Apa yang membuat mu sedemikian tega membuatku hancur karena sikapmu
Jika kau tak lagi menginginkan ku
Katakan padaku
Agar aku tidak lagi mengharapkanmu

Taukah kau bahwa sepeninggal kecewa darimu
Aku semakin sulit untuk mempercayai adanya ketulusan .
Pahami lah bahwa maaf tidak akan cukup untuk membayar semuanya
yang harus kau tau kecewa harus dibayar dengan kembalinya kepercayaan .
namun sayangnya kau tidak bisa lagi dipercaya.

Rotasi


Rotasi terus berputar

sepertinya 360 hari tidak cukup buatmu
Untuk menghancurkan aku

Aku tak perduli dengan kehidupanmu
Aku tak perduli dengan wanitamu
Lakukan apa yang kau mau
Lakukan apa yang kau inginkan
Aku hanya ingin kau meninggalkan kehidupanku
Aku hanya ingin kau memastikan bahwa kau takkan menyesali atas keputusanmu
Dan aku ingin kau tak mengusik kehidupan ku dengan kehidupan barumu yang menurutmu itu bahagia.
Mengertilah bahagia sesungguhnya tak perlu penjelasan bahwa "aku sudah bahagia"
Berjalan lah
Berlari lah
Lalu pergi lah
Cintai wanita mu
Sayangi wanita mu
Biarlah Asmara mu menjadi milikmu
Bukan milik orang lain
Asmara mu bukan sebuah sandiwara
Yang harus kau pertunjukkan
Di halayak ramai.
Berjanjilah bahwa kau akan berbahagia dengan pilihanmu
Jika kau tidak melakukan hal itu aku tidak akan pernah memaafkan mu
Perkara janjimu padaku? Lupakanlah

Kamu

Kamu

Kita tak saling bicara lalu mengapa degub itu terus berdetak
Kita tak saling pandang lalu mengapa getaran itu semakin kencang
Kita tak saling jumpa lalu mengapa rindu ini selalu bertambah

Berjuta tanya yang ada didalam otakku
Hanya satu pertanyaanku yang terus mengganggu
yaitu, kamu
Kamu telah membawaku kedalam mimpi dan anganku
Jelaskan padaku ada apa dengan hatiku?
Malam hanya mampu membisu
Dan hening semakin kaku
Aku harus kemana?
Aku harus temukan dimana? 
Perasaanku semakin ricuh
Hatiku semakin gaduh
Dan pikiranku semakin jauh

Lalu
Sepertiga malam kudatangi
Untuk bisa mengerti atas perihal ini
Merengkuh aku dihadapnya.
Meminta agar jatuh ku kali ini tak sendirian
Meminta agar ia pun jatuh bersama denganku dalam cinta .

Abu

Hitam bukan 
Putih juga bukan 
Abu lebih tepatnya

Rona mentari pagi ini tak bercahaya 
Ia nampak murung 
Tak seperti biasanya 
Entah mengapa begitu

Terkadang,  
Sabda mu begitu menyentuh 
Kadang juga, 
Diam mu membuatku ragu

Hari ini aku yakin 
Besoknya aku ragu 
dan lusa kembali yakin

Terlintas di pikiran untuk pergi 
Namun seakan ada magnet yang menarik ku untuk tetap tinggal
Terbesit juga di hati untuk berhenti 
Lagi lagi ada saja yang menyeretku kembali

Entah ini kekuatan cinta atau hanya sebuah kebodohan .
Sampai detik ini aku masih menerka nerka apa yang sebenarnya ada di dalam kepala mu itu 
Sebab kau begitu batu 
Hatimu juga batu 
Bagaimana bisa aku meluruhkannya ??

Semuanya seakan masih menjadi misteri 
Apa kita ini sedang bermain teka teki ?
Sayang, kita ini sudah dewasa 
Aku lebih suka kau bicara 
Karena diam mu itu rancu 












Dilema

Aku kira ini benar 
Aku pikir dia tepat 
Ternyata aku salah 
Ternyata aku hanya bermimpi

Taukah kamu ,
Aku hanyalah ranting yang rapuh 
Tak perlu kau patahkan 
Cukup kau tiupkan sedikit angin 
Itu sudah membuatku jatuh .

kini aku merasa diambang kehancuran 
Ketika tau bahwa aku bukanlah orangnya 
Ternyata dia pemenangnya 
Ternyata dia lebih dulu merebut hatimu 
Karena dia telah mengenalmu lebih dulu 
Karena dia lebih tau tentang kamu 
Sedangkan aku?  Aku baru mengenal mu belum genap di 365 hari .

Pahamilah, 
Hal ini lebih sakit dari sekedar patah hati 
Aku memuja mu lebih dari apapun

Kau tau,  
Kita bukanlah air dan garam 
Melainkan bak air dan minyak 
Yang tidak akan pernah menyatu sampai kapanpun juga.

Aku harus lari kemana ? Aku juga tak temu arah,  
Dilema kini telah menggerogoti jiwa dan ragaku .
Apa aku harus merebutmu darinya? 
Tidak tentunya, aku tak sejahat itu 
Apa aku harus merusak nya ? 
Tidak ,
apalagi itu 
Lalu aku harus bagaimana?  
Merelakanmu?  Mengikhlaskan mu? 
Dengan yang seperti ini aku seakan membunuh diri ku sendiri secara perlahan

Tuhan, aku hanya meminta selesaikanlah .
Damaikanlah hati ku 
Hadirkan Ikhlas dihati ku 
Luaskan lah dada ku untuk menerima semuanya. 
Karena aku telah kehilangan mahkluk ciptaan mu , dan aku tak ingin kehilangan mu. 

Tahu kah kamu

Tahu kah kamu ,
Aku ini kecil 
Untuk bisa mengerti apa mau mu

Tahu kah kamu, 
Aku adalah daun yang gugur 
Yang terinjak dan tak bernilai dimata mu

Tahu kah kamu, 
Aku ini hanyalah ranting yang rapuh 
Tak perlu kau patahkan 
Cukup kau tiupkan sedikit angin 
Itu sudah membuatku jatuh kemudian patah

Aku tahu,  
Kau adalah bintang yang sinarnya 
Begitu memanjakan mata dikala malam yang begitu sunyi

Aku tahu, 
Kau adalah matahari yang begitu hangat dan terang. 
Tapi Kau sangat begitu jauh untuk ku genggam

Aku juga tahu, 
Kau itu langit biru yang membentang luas 
Begitu megah,  perkasa dan mempesona 
Sedangkan aku berpijak dibumi yang nampak kecil dan tak terlihat olehmu

Aku tahu kamu dan kamu tak tahu aku 
Bahkan tak mau tahu, 

Sekeras apapun teriakku mungkin kau lebih memilih tuli dibanding harus mendengarnya.

Sebesar mana pun lubang luka ku yang menganga sepertinya kau lebih ingin buta 
Ketimbang melihat luka yang kau sebut drama

dan sederas bagaimanapun hujan, kau tetap melaju, 
Kau begitu tega, 
Kau biarkan air itu jatuh terbuang berkali kali .

Hari minggu

Hari minggu
Aku medengar berita kelabu
Kau punya gandengan baru
Dimana letak hati dan perasaanmu
Itu tanyaku.

Aku semakin pilu
Ketika rindu bukan lagi milikku
Aku menangis tersedu sedu
Dan cuaca seakan jadi sendu

Kemarin kau bilang mau
Tapi mengapa kau sekarang begitu
Aku menganggumi mu
Lebih dari yang kau tau

Tak ku sangka kau begitu
Karena tiba tiba saja kau seperti itu
Aku tak tau mengapa kau melakukan hal itu
Dimana letak hati dan perasaan mu

Semua ini terasa ambigu
Aku hanya melihat hal itu
Tanpa mendengar penjelasanmu
Karena hal itu sudah tidak penting lagi bagiku.

Terimakasih

Di dada ku tak ada lagi debar
Apalagi getar
Kau terasa hambar
Kemudian datar

Segalanya menjadi asing
Dulu kita bagai air dan gula
Larut dan menyatu
Hingga semua terasa manis
Kini kita sudah bagai air dan minyak
Ingin di satukan dalam gelas atau sekalipun ruang kecil
Sampai kapanpun tidak akan menyatu
Mungkin kita dalam di satu tempat

Tidak banyak kata lagi yang ingin aku ucapkan
Tidak ada lagi kalimat kalimat panjang yang biasa aku lontarkan untukmu
Semuanya telah basi
Dan kini aku hanya ingin berterima kasih

Terimakasih telah singgah lalu pergi
Terimakasih telah mengajari ku
Bagaimana caranya ikhlas
Bagaimana cara nya bersabar
Tau bagaimana rasanya berjuang
Dan tau apa itu ketulusan

Tidak berhenti sampai disitu
Aku juga tau bahwa pengkhinatan, kebohongan, dan bualan itu benar adanya
Dan yang lebih mengejutkan bahwa buaya memang gemar di daratan .

Terlalu banyak penjahat penjahat cinta disini
Lalu mengapa cinta yang dipersalahkan
Lalu mengapa masih saja mengenal kembali cinta setelah patah berkali kali

Jika aku teruskan ini
Pertanyaan ini tidak akan selesai
Selalu ada celah untuk aku bertanya perihal ini

Aku berhenti
Aku ingin diam
Dan enggan lagi berbicara

Terimakasih

Dendam

Mungkin cinta telah hilang.
Hingga rasa kian pudar
Lalu hambar

Harapan telah selesai
Seketika berasama kecewa yang sampai
Pengalaman ini terasa seperti parai

Tidak ada lagi sayang
Semua telah selesai
Sejak percaya ini digores oleh pengkhianatan
Sejak hati ini dipatahkan
Sejak itu pula kau enyah dari kehidupanku

Bagi ku kau telah mati
Bagi ku kau tak hidup lagi

Aku telah ikhlas
Melepas kepergianmu
Namun sayang nya tidak untuk perlakuan mu yang telah membuang ku

Entah mengapa perih itu masih terasa
Sakit itu masih bersisa
Dendam ini masih berada digenggamanku

Kini kau bersama wanita baru mu
Dengan bangganya kalian menunjukkan nya dimuka umum
Kau merasa tak berdosa
Kau merasa benar
Kau merasa bahagia
Kau merasa beruntung
Dan kau merasa menang

Aku tidak sabar lagi
Melihat karma semakin merekat di hidupmu
Aku melihat kau seperti menggenggam bola api yang sewaktu waktu akan meledak
Aku tidak sabar melihat karma yang segera menikam

Berdoalah
Berdoalah
Berdoalah
Semoga ini hanya harapan ku semata
Bukan sungguhan

Berdoalah.........

Sabar

Jarak
Dihadirkan untuk memisahkan
Karena tiada rindu yang tak berjarak

Kita memang tak saling mengungkapkan
Namun aku merasa kita telah terikat
Kita memang tak punya ikatan
Namun hati semakin melekat

Berapa lama lagi aku memendam rasa ini? 
Entahlah, mungkin sampai saat nya
Kita bener benar dipersatukan atau benar benar dijauhkan.

Sepertiga malam kini sudah menjadi teman baikku
Ditengah tengah heningnya malam
Hanya denting jarum yang berdetak dan juga jantungku yang terdengar

Diwaktu seperti ini
Aku leluasa menceritakan semuanya
Tanpa ada yang mendengar
Kecuali malam
Aku bercerita bahwa kamu telah menaklukan aku
Yang selama ini memenjarakan hati dengan sendiri.
Aku juga bercerita bagaimana aku bisa mengenal mu,
Aku juga tidak meminta apapun kecuali kamu

Dengan begini aku merasa lebih dekat dengannya
Setelah aku dekat dengannya aku ingin juga dekat dengan mu
Abadi selamanya seperti nama mu.

Tak apa jika kau ingin menjauhiku
Jika itu baik bagimu
Tak apa pula bila kau mengabaikan ku saat ini,
Bila dekat kau merasa terganggu

Semakin jauh darimu
Aku merasa hati mu semakin dekat
Dibanding bila aku dekat dengan ragamu tapi hatimu menjauh
Lebih baik kita berjauhan saat ini.

Kejarlah apa yang harus kau kejar
Tapi ingat jangan lupa kembali jika semuanya sudah kau dapatkan .

Aku yakin jika kamu memang tulang rusukku
Kamu akan kembali dengan sendirinya
Tanpa harus diminta
Tidak juga dipaksa .

Enam belas bulan

Enam belas bulan hampir
Perkenalan itu masih terekam dalam memori ku
Ketika kita saling berjebat
Degub dan getar itu kemudian lahir

Ribuan detik telah berlalu
Sepeninggal pertemuan itu
Kau tak luput dari angan dan harapan.
Aku ingin kau tetap ada.

Meski tegur dan sapa tak lagi mewarnai perbincangan kita.
Namun kau selalu bersuara dalam setiap khayalku.
Meski kita tak jua berjumpa
Aku tetap saja ingat bagaimana cara mata mu menatap aku.
Meski juga kau tak pernah mengirim pesan untukku sekarang
Namun aku selalu ingat bagaimana sikap dan balasanmu menanggapi pesan pesan ku yang mungkin tidak begitu penting bagimu.

Aku tau ini mungkin konyol
Kenapa?  Karena aku masih tetap bertahan dengan apa yang aku rasa
Entah karena aku yakin akan perasaan ku ini atau hanya aku yang egois dan agak sedikit memaksa lalu menganggap kamu mempunyai perasaan yang sama

Jagalah hutan maka hutan akan menjaga kita

Sebelum kita ngomongin soal hutan, saya mau bercerita sedikit tentang apa yang melatarbelakangi saya menulis dengan judul ini, kemarin sab...