Rabu, 04 Juli 2018

Isi hati

Secarik kertas kosong
Kan ku tuangkan tinta pena kepadanya

Ini bukan rayuan
Bukan juga majas hiperbola
Ini adalah bahasa kalbu
Dari ku untukmu.

Untaian kata demi kata ,
Kalimat demi kalimat ,
Yang ingin kucurahkan
Dengan harapan,
Agar semua ini dapat terselesaikan

Aku ingin kau tidak hanya membaca dan mengerti,
Tapi turut merasakan jua

Sejak pertemuan itu
Kau meninggalkan degub dan getar ,
Mata mu teduh bagai dinginnya embun pagi
Senyum mu mampu merenggut segala isi duniaku
Kau tidak hanya sempurna
Tapi menyempurnakan bila bersama ku

Aku mendekat kau menjauh
Aku berhenti kau menunggu
Aku mengejar kau berlari
Aku berhenti (lagi)  kau pun menunggu (lagi) 

Sampai kapan akan seperti ini? 
Bukan tak mau berjuang
Tapi jika semua ini tak berujung
Baiknya aku berhenti saat ini .

Ketahuilah,
Karenamu aku berhenti mencari ,
Untukmu hati ku penuh ,
Ulahmu Perasaanku teraduk
dan olehmu jantungku bergetar tak karuan.

Meski kau jauh dariku
Tapi kau tetap terasa dekat dihatiku
Meski raga mu dan raga ku tak saling menyentuh
Namun kerinduan ku selalu memelukmu dalam doa
Dan meskipun perasaanku tak ku ungkapkan dengan lugas
Percayalah bahwa nama mu selalu tersimpan di setiap sujudku.

Terimakasih untukmu yang kuasa
Telah memberikan kebetulan kebetulan yang bahagia dalam hidup
Terimakasih  untukmu yang kuasa
Untuk Cinta yang belum sempat termiliki
Terimaksih untukmu yang kuasa
Atas pemberian anugerah terindah
Yang baru saja kutemui ini
Dan terimakasih untuk maha pencipta
Yang telah menghadirkan ia didunia

Semoga dan selamanya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah hutan maka hutan akan menjaga kita

Sebelum kita ngomongin soal hutan, saya mau bercerita sedikit tentang apa yang melatarbelakangi saya menulis dengan judul ini, kemarin sab...