Rabu, 04 Juli 2018

Terimakasih

Di dada ku tak ada lagi debar
Apalagi getar
Kau terasa hambar
Kemudian datar

Segalanya menjadi asing
Dulu kita bagai air dan gula
Larut dan menyatu
Hingga semua terasa manis
Kini kita sudah bagai air dan minyak
Ingin di satukan dalam gelas atau sekalipun ruang kecil
Sampai kapanpun tidak akan menyatu
Mungkin kita dalam di satu tempat

Tidak banyak kata lagi yang ingin aku ucapkan
Tidak ada lagi kalimat kalimat panjang yang biasa aku lontarkan untukmu
Semuanya telah basi
Dan kini aku hanya ingin berterima kasih

Terimakasih telah singgah lalu pergi
Terimakasih telah mengajari ku
Bagaimana caranya ikhlas
Bagaimana cara nya bersabar
Tau bagaimana rasanya berjuang
Dan tau apa itu ketulusan

Tidak berhenti sampai disitu
Aku juga tau bahwa pengkhinatan, kebohongan, dan bualan itu benar adanya
Dan yang lebih mengejutkan bahwa buaya memang gemar di daratan .

Terlalu banyak penjahat penjahat cinta disini
Lalu mengapa cinta yang dipersalahkan
Lalu mengapa masih saja mengenal kembali cinta setelah patah berkali kali

Jika aku teruskan ini
Pertanyaan ini tidak akan selesai
Selalu ada celah untuk aku bertanya perihal ini

Aku berhenti
Aku ingin diam
Dan enggan lagi berbicara

Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jagalah hutan maka hutan akan menjaga kita

Sebelum kita ngomongin soal hutan, saya mau bercerita sedikit tentang apa yang melatarbelakangi saya menulis dengan judul ini, kemarin sab...