Enam belas bulan hampir
Perkenalan itu masih terekam dalam memori ku
Ketika kita saling berjebat
Degub dan getar itu kemudian lahir
Ribuan detik telah berlalu
Sepeninggal pertemuan itu
Kau tak luput dari angan dan harapan.
Aku ingin kau tetap ada.
Meski tegur dan sapa tak lagi mewarnai perbincangan kita.
Namun kau selalu bersuara dalam setiap khayalku.
Meski kita tak jua berjumpa
Aku tetap saja ingat bagaimana cara mata mu menatap aku.
Meski juga kau tak pernah mengirim pesan untukku sekarang
Namun aku selalu ingat bagaimana sikap dan balasanmu menanggapi pesan pesan ku yang mungkin tidak begitu penting bagimu.
Aku tau ini mungkin konyol
Kenapa? Karena aku masih tetap bertahan dengan apa yang aku rasa
Entah karena aku yakin akan perasaan ku ini atau hanya aku yang egois dan agak sedikit memaksa lalu menganggap kamu mempunyai perasaan yang sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar